Ratu Mesir yang satu ini sangat terkenal di dunia, bukan hanya di Mesir tempat asalnya. Cleopatra memiliki kisah yang bersejarah. Ia pun dianggap sebagai salah satu dari wanita-wanita tercantik yang pernah hidup di zamannya.
Namanya pasti tidak asing bagi masyarakat dunia. Sejarah tentangnya seolah tidak pernah habis dibicarakan. Cleopatra bisa jadi merupakan salah satu tokoh wanita dari sedikit tokoh wanita yang menjadi legenda.
Kecantikan dan semua tentangnya menjadi legenda yang hanya bisa dinikmati melalui patung rekaan dan gambar. Kecantikan yang dimilikinya menjadi salah satu faktor mengapa nama Cleopatra masih sangat diingat hingga kini.
Sebuah sejarah tercipta dari seorang wanita cantik. Cleopatra lah orangnya. Selain kecantikan, peringai serta situasi politik saat itu semakin melengkapi namanya hingga dikenal luas oleh masyarakat dunia hingga kini.
Penggambaran Cleopatra memang selalu berbentuk patung dengan wajah yang cukup cantik. Hiasan kepala selalu tidak pernah tertinggal. Hiasan kepala yang biasa digunakan oleh Cleopatra adalah hiasan berbentuk ular kobra yang menghadap ke depan serta burung yang mengepakkan sayapnya tepat di atas kepala Cleopatra. Lengkap dengan make up mata yang tajam dan khas.
Tahukah Anda bahwa nama Cleopatra sebagai ratu tidak hanya diberikan pada satu orang saja? Ya, ada beberapa keturunan raja ratu di Mesir yang diberi nama Cleopatra. Namun, hanya ada satu Cleopatra yang sangat fenomenal, yaitu Cleopatra VII. Mari cari tahu mengenai dirinya.
Calon ratu Mesir ini lahir sekitar tahun 69 SM di Alexandria, Mesir. Kota yang penuh dengan kemegahan kerajaan Mesir. Alexandria adalah kota terbesar dan termewah pada masanya. Cleopatra memiliki darah Yunani, dari keturunan dinasti Ptolemeus.
Pada masa kekuasaan ayahnya, Raja Ptolemeus XII, Mesir disibukkan dengan berbagai kendala dari luar dan dalam negeri. Konflik seputar perebutan kekuasaan, daerah jajahan yang terlepas dari tangan Mesir. Juga akhirnya utang kerajaan Mesir pada Romawi di masa Ceasar ikut membuat masalah yang dihadapi sang ayah memuncak.
Ptolemeus XII bahkan sempat mengalami percobaan pembunuhan berkali-kali. Ayah Cleopatra itu dikabarkan selamat dari dua kali percobaan pembunuhan. Ia pernah hampir mati diracuni. Untungnya sebelum meminum anggur yang dibubuhi racun itu, minuman tersebut dicicipi lebih dulu oleh pelayan yang tewas sesudahnya. Ada pula ular berbisa yang ditemukan di tempat tidur sang raja, tapi berhasil ditemukan sebelum mematikan.
Peristiwa yang terjadi di seputar kehidupan ayahnya, mau tak mau membentuk karakter Cleopatra pula. Ia menjadi orang yang tidak mudah percaya pada lingkungan di sekitarnya. Bahkan di usia belasan, Cleopatra memiliki juru pencicip khusus untuk memastikan tidak ada racun yang ditaruh di makanan dan minumannya.
Ketika menjadi ratu Mesir bersama adik yang juga dinikahinya itu, Cleopatra berumur 18 tahun. Sedangkan Ptolemeus XIII baru berusia 12 tahun. Masa-masa awal kekuasaan mereka berdua diliputi masalah yang harus dihadapi Mesir saat itu. Antara lain krisis ekonomi, bencana kelaparan, konflik politik, dan banjir di sungai Nil.
Ambisi Cleopatra membuatnya bertindak gegabah. Ia membuat kebijakan yang tidak mengikutsertakan sang adik sebagai pemimpin lelaki yang seharusnya lebih berkuasa. Hal ini membuat gejolak politik di Mesir saat itu. Dan akhirnya Cleopatra diturunkan paksa dari tampuk kekuasaan oleh segelintir orang yang setia pada tradisi lama.
Jadilah Ptolemeus XIII memerintah sendiri pada tahun 48 SM. Cleopatra pun melarikan diri dari Mesir, dan berencana berbuat sesuatu agar kekuasaan kerajaan Mesir kembali ke tangannya.
Salah satunya adalah Caesar, pemimpin Romawi kala itu. Cleopatra dan Caesar terpaut usia 50 tahun. Caesar pulalah yang mengembalikan Cleopatra ke tampuk kekuasaan, setelah Ptolemeus XIII meninggal.
Cleopatra berada di sisi penguasa Romawi ini sekitar tahun 48 – 47 SM. Kedekatan mereka membuahkan seorang anak lelaki bernama Ptolemeus Caesar, atau Caesarion. Cleopatra ingin anaknya menjadi penerus kekuasaan Mesir dan Romawi. Tapi Caesar menolak, dan memilih Octavian cucunya sebagai penerusnya. Caesar pun wafat akibat dibunuh.
Cleopatra kemudian bertemu Mark Anthony yang mengundangnya ke Tarsus untuk menegaskan kesetiaan Mesir pada Romawi. Kecantikan dan kepandaian Cleopatra ternyata memikat jenderal penguasa Romawi baru ini. Mark Anthony lalu menghabiskan waktunya bersama Cleopatra di Alexandria pada 41 – 40 SM. Cleopatra kemudian melahirkan anak kembarnya yang bernama Alexandre Helios dan Cleopatra Selena II. Menurut kabar, Mark Anthony menikahi Cleopatra sesuai adat Mesir, meski ia memiliki istri sah di Romawi yaitu Octavia.
Mark Anthony sempat menetap di Alexandria untuk melancarkan kekuasaannya di Mesir dan menarik dukungan Mesir. Mereka berdua kembali memiliki anak yang dinamakan Ptolemeus Philadelphus. Kelak anak-anak Cleopatra menjadi penguasa-penguasa daerah kekuasaan Mesir dan Romawi.
Cleopatra yang mendengar berita matinya sang kekasih terhenyak. Akibat kematian kekasihnya itu, kekuasaan Cleopatra atas Mesir melemah. Tidak tahan dengan ide dipermalukan dan dijadikan budak membuat Cleopatra mengambil langkah tidak populer. Ia diberitakan bunuh diri dengan racun kobra. Ular tersebut disembunyikan di keranjang buah ara. Seiring dengan kematiannya, monarki Mesir pun punah. Digantikan dengan kekuasaan Romawi.
Contoh karya drama yang diambil dari kisah kehidupan Cleopatra antara lain drama Antony and Cleopatra pada 1609 karya William Shakespeare. Sementara contoh film yang diangkat dari kisah kehidupan Cleopatra berjudul Cleopatra. Film yang dirilis pada 1963 ini dibintangi oleh aktris ternama Elizabeth Taylor. Selain itu, tokoh Ratu Mesir Cleopatra pun dijadikan sebuah objek karya lukis oleh Guido Cagnacci pada 1658. Lukisan Guido Cagnacci tersebut bertemakan kematian Cleopatra.
Namanya pasti tidak asing bagi masyarakat dunia. Sejarah tentangnya seolah tidak pernah habis dibicarakan. Cleopatra bisa jadi merupakan salah satu tokoh wanita dari sedikit tokoh wanita yang menjadi legenda.
Kecantikan dan semua tentangnya menjadi legenda yang hanya bisa dinikmati melalui patung rekaan dan gambar. Kecantikan yang dimilikinya menjadi salah satu faktor mengapa nama Cleopatra masih sangat diingat hingga kini.
Sebuah sejarah tercipta dari seorang wanita cantik. Cleopatra lah orangnya. Selain kecantikan, peringai serta situasi politik saat itu semakin melengkapi namanya hingga dikenal luas oleh masyarakat dunia hingga kini.
Penggambaran Cleopatra memang selalu berbentuk patung dengan wajah yang cukup cantik. Hiasan kepala selalu tidak pernah tertinggal. Hiasan kepala yang biasa digunakan oleh Cleopatra adalah hiasan berbentuk ular kobra yang menghadap ke depan serta burung yang mengepakkan sayapnya tepat di atas kepala Cleopatra. Lengkap dengan make up mata yang tajam dan khas.
Tahukah Anda bahwa nama Cleopatra sebagai ratu tidak hanya diberikan pada satu orang saja? Ya, ada beberapa keturunan raja ratu di Mesir yang diberi nama Cleopatra. Namun, hanya ada satu Cleopatra yang sangat fenomenal, yaitu Cleopatra VII. Mari cari tahu mengenai dirinya.
Masa Kecil Cleopatra
Cleopatra VII adalah anak dari Raja Mesir yaitu Ptolemeus XII. Cleopatra VII memiliki lima orang saudara. Cleopatra VI dan Berenice IV adalah kakak perempuan Cleopatra. Sedangkan adik perempuannya yaitu Arsinoe IV, adik laki-lakinya Ptolemeus XIII dan Ptelomeus XIV.Calon ratu Mesir ini lahir sekitar tahun 69 SM di Alexandria, Mesir. Kota yang penuh dengan kemegahan kerajaan Mesir. Alexandria adalah kota terbesar dan termewah pada masanya. Cleopatra memiliki darah Yunani, dari keturunan dinasti Ptolemeus.
Pada masa kekuasaan ayahnya, Raja Ptolemeus XII, Mesir disibukkan dengan berbagai kendala dari luar dan dalam negeri. Konflik seputar perebutan kekuasaan, daerah jajahan yang terlepas dari tangan Mesir. Juga akhirnya utang kerajaan Mesir pada Romawi di masa Ceasar ikut membuat masalah yang dihadapi sang ayah memuncak.
Ptolemeus XII bahkan sempat mengalami percobaan pembunuhan berkali-kali. Ayah Cleopatra itu dikabarkan selamat dari dua kali percobaan pembunuhan. Ia pernah hampir mati diracuni. Untungnya sebelum meminum anggur yang dibubuhi racun itu, minuman tersebut dicicipi lebih dulu oleh pelayan yang tewas sesudahnya. Ada pula ular berbisa yang ditemukan di tempat tidur sang raja, tapi berhasil ditemukan sebelum mematikan.
Peristiwa yang terjadi di seputar kehidupan ayahnya, mau tak mau membentuk karakter Cleopatra pula. Ia menjadi orang yang tidak mudah percaya pada lingkungan di sekitarnya. Bahkan di usia belasan, Cleopatra memiliki juru pencicip khusus untuk memastikan tidak ada racun yang ditaruh di makanan dan minumannya.
Cleopatra dan Kekuasaan
Kematian sang ayah mengantarkan takhta kekuasaan Mesir di tangan Cleopatra. Meski saat itu ia harus memerintah bersama adiknya, Ptolemeus XIII, Cleopatra memastikan kekuasaan Mesir berada di bawah kendalinya. Ptolemeus wafat pada Maret tahun 51 SM.Ketika menjadi ratu Mesir bersama adik yang juga dinikahinya itu, Cleopatra berumur 18 tahun. Sedangkan Ptolemeus XIII baru berusia 12 tahun. Masa-masa awal kekuasaan mereka berdua diliputi masalah yang harus dihadapi Mesir saat itu. Antara lain krisis ekonomi, bencana kelaparan, konflik politik, dan banjir di sungai Nil.
Ambisi Cleopatra membuatnya bertindak gegabah. Ia membuat kebijakan yang tidak mengikutsertakan sang adik sebagai pemimpin lelaki yang seharusnya lebih berkuasa. Hal ini membuat gejolak politik di Mesir saat itu. Dan akhirnya Cleopatra diturunkan paksa dari tampuk kekuasaan oleh segelintir orang yang setia pada tradisi lama.
Jadilah Ptolemeus XIII memerintah sendiri pada tahun 48 SM. Cleopatra pun melarikan diri dari Mesir, dan berencana berbuat sesuatu agar kekuasaan kerajaan Mesir kembali ke tangannya.
Cleopatra dan Para Kekasihnya
Meski dinikahkan paksa dengan adiknya, menurut tradisi Mesir saat itu agar garis kekuasaan tidak jatuh ke orang di luar dinasti Ptolemeus. Cleopatra memiliki kekasih-kekasih yang membantunya melanggengkan ambisinya menguasai Mesir.Salah satunya adalah Caesar, pemimpin Romawi kala itu. Cleopatra dan Caesar terpaut usia 50 tahun. Caesar pulalah yang mengembalikan Cleopatra ke tampuk kekuasaan, setelah Ptolemeus XIII meninggal.
Cleopatra berada di sisi penguasa Romawi ini sekitar tahun 48 – 47 SM. Kedekatan mereka membuahkan seorang anak lelaki bernama Ptolemeus Caesar, atau Caesarion. Cleopatra ingin anaknya menjadi penerus kekuasaan Mesir dan Romawi. Tapi Caesar menolak, dan memilih Octavian cucunya sebagai penerusnya. Caesar pun wafat akibat dibunuh.
Cleopatra kemudian bertemu Mark Anthony yang mengundangnya ke Tarsus untuk menegaskan kesetiaan Mesir pada Romawi. Kecantikan dan kepandaian Cleopatra ternyata memikat jenderal penguasa Romawi baru ini. Mark Anthony lalu menghabiskan waktunya bersama Cleopatra di Alexandria pada 41 – 40 SM. Cleopatra kemudian melahirkan anak kembarnya yang bernama Alexandre Helios dan Cleopatra Selena II. Menurut kabar, Mark Anthony menikahi Cleopatra sesuai adat Mesir, meski ia memiliki istri sah di Romawi yaitu Octavia.
Mark Anthony sempat menetap di Alexandria untuk melancarkan kekuasaannya di Mesir dan menarik dukungan Mesir. Mereka berdua kembali memiliki anak yang dinamakan Ptolemeus Philadelphus. Kelak anak-anak Cleopatra menjadi penguasa-penguasa daerah kekuasaan Mesir dan Romawi.
Akhir Hidup Sang Ratu Cleopatra
Mark Anthony dikabarkan mati bunuh diri. Ia melakukan aksinya itu akibat tak tahan dipaksa menyerahkan kekuasaannya pada pemimpin Romawi lainnya. Klaim atas kekuasaannya itu memaksanya berbuat nekat akibat malu dan putus asa.Cleopatra yang mendengar berita matinya sang kekasih terhenyak. Akibat kematian kekasihnya itu, kekuasaan Cleopatra atas Mesir melemah. Tidak tahan dengan ide dipermalukan dan dijadikan budak membuat Cleopatra mengambil langkah tidak populer. Ia diberitakan bunuh diri dengan racun kobra. Ular tersebut disembunyikan di keranjang buah ara. Seiring dengan kematiannya, monarki Mesir pun punah. Digantikan dengan kekuasaan Romawi.
Cleopatra dalam Kebudayaan Populer
Cerita tentang kehidupan Cleopatra begitu melegenda sehingga menginspirasi para penulis maupun para aktris untuk menghasilkan karya yang berkaitan dengan kehidupan Cleopatra. Selain Cleopatra merupakan sosok politik yang sangat kuat, ia pun merupakan sosok pribadi yang dapat bersekutu dengan 2 orang terkuat pada masanya, yaituJulius Caesar dan Mark Antony. Hal itulah yang diangkat oleh para penulis, seniman, aktris, ataupun budayawan ke dalam sebuah karya, baik berbentuk buku, film, novel, drama, lukisan, serial televisi, bahkan permainan video.Contoh karya drama yang diambil dari kisah kehidupan Cleopatra antara lain drama Antony and Cleopatra pada 1609 karya William Shakespeare. Sementara contoh film yang diangkat dari kisah kehidupan Cleopatra berjudul Cleopatra. Film yang dirilis pada 1963 ini dibintangi oleh aktris ternama Elizabeth Taylor. Selain itu, tokoh Ratu Mesir Cleopatra pun dijadikan sebuah objek karya lukis oleh Guido Cagnacci pada 1658. Lukisan Guido Cagnacci tersebut bertemakan kematian Cleopatra.